Indolucky7
Indolucky7

Head to Head Antara Lini Indonesia vs Malaysia

4

Indonesia akan menjamu Malaysia pada ronde kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Kamis (5/9) di Stadion Gelora Bung Karno. Memanggil para pemain terbaik mereka, laga Indonesia dan Malaysia akan menyajikan pertarungan menarik antar lini.

Sejumlah pemain senior dan pemain muda potensial masuk dalam skuat yang dibawa pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe untuk menghadapi Indonesia. Tidak jauh berbeda, pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy juga tetap membawa beberapa pemain muda untuk menghadapi Malaysia.

Dari tiap lini ada pemain yang menonjol dan rutin menjadi langganan timnas dari kedua tim. Tidak hanya penampilan apik saat dipanggil timnas, namun para pemain juga menunjukkan konsistensi saat bersama klub.

Dari Malaysia, sejumlah pemain Johor Darul Takzim menjadi pilar di skuat Harimau Malaya. Total 7 pemain JDT mendapat panggilan untuk memperkuat Malaysia.

Beberapa tim lain seperti Perak FA, Pahang FA, Felda United, Selangor FA, PKNS, Kedah FA dan KLFA juga mendapatkan panggilan. Sbobet WAP.

Kami akan mencoba mengulik head to head antar lini antara Indonesia dan Malaysia. Berikut ini head to head antar lini kedua tim:
Kiper:

Andritany Ardhiyasa (Indonesia)
Liga 1 2019 mungkin bukan penampilan terbaik bagi Andritany bersama Persija Jakarta. Namun kiper yang akrab disapa Bagol itu masih tetap mendapat kepercayaan dari Simon McMenemy. Tidak hanya kemampuan Andritany mengawal gawang, namun ia juga dipercaya untuk menjadi kapten tim saat berlaga.

Farizal Marlias (Malaysia)
Absennya Khairul Fahmi menjadi berkah untuk Farizal Marlias yang dipastikan akan menjadi andalan skuat Malaysia. Palang pintu terakhir Malaysia tersebut juga ikut berperan penting dalam pencapaian JDT di Liga Super Malaysia 2019. Farizal juga tercatat sempat tiga kali meraih penghargaan Kiper Terbaik dalam FAM Football Award pada 2009, 2015 dan 2018.

Bek

Hansamu Yama (Indonesia)
Hansamu yang tangguh dalam duel-duel bola udara akan kembali menjadi andalan Simon McMenemy di jantung pertahanan. Hamsamu juga bisa menjadi pemimpin di barisan pertahanan untuk bisa mengorganisir para pemain belakang Timnas Indonesia.

Sharul Saad (Malaysia)
Sahrul Saad selalu menjadi pilihan utama Timnas Malaysia dalam dua tahun terakhir. pada 2018, Saad bahkan tampil dalam 15 partai bersama skuat Malaysia di berbagai ajang. Pemain usia 26 tahun ini juga tampil dalam 21 laga dari kemungkinan 22 partai bersama Perak FA selama Liga Super Malaysia 2019.

Tengah

Stefano Lilipaly (Indonesia)
Lilipaly dipastikan akan kembali menjadi nyawa permainan Timnas Indonesia di lini tengah. Visi, umpan-umpan matang serta tusukan yang sering dilakukan Lilipaly seringkali berperan dalam terciptanya gol Timnas Indonesia. Bersama Bali United, peran Lilipaly juga cukup besar dan membawa skuat Serdadu Tridatu untuk sementara berada di puncak klasemen Liga 1.

Safawi Rasid (Malaysia)
Safawi menjadi pemain patut diwaspadai oleh Timnas Indonesia. Pergerakan dan eksplosivitas pemain JDT tersebut seringkali merepotkan lawan. Safawi yang memiliki insting menyerang tinggi juga bisa dimainkan di posisi sayap dan juga penyerang.

Sayap

Andik Vermansah (Indonesia)
Kecepatan dan kelincahan akan menjadi andalan Andik Vermansah membombardir sektor sayap Malaysia. Kemampuan Andik mengirim umpan juga seringkali membahayakan lawan. Pemain Madura United ini juga selalu menjadi andalan di klub ataupun Timnas saat dipercaya untuk tampil.

Akhyar Rashid (Malaysia)
Bintang muda Malaysia ini sudah mencuri perhatian sejak tampil di level junior. Bersama JDT, Akhyar lebih sering tampil sebagai pemain pengganti selama Liga Super Malaysia 2019.

Penyerang:

Beto Goncalves (Indonesia)
Pemain yang berusia 38 tahun ini masih menjadi andalan Timnas Indonesia. Kematangan Beto di lini depan diharapkan bisa dimaksimalkan untuk menggedor lini belakang Malaysia.

Norshahrul Idlan (Malaysia)
Melawan Indonesia, Malaysia juga menghadirkan pemain gaek yaitu Norshahrul Idlan Talaha. Kematangan rekan Saddil Ramdani di Pahang FA itu diharapkan bisa membantu Malaysia untuk menghadapi Indonesia. Pemain yang akrab disapa Mat Yo itu juga pernah menjadi mimpi buruk Timnas Indonesia saat berjumpa Malaysia pada final Piala AFF 2010.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*