Indolucky7
Indolucky7

Los Galacticos Jilid II Bikin Robben Terusir dari Madrid

Robben

Arjen Robben mengungkapkan dirinya terusir dari Real Madrid karena proyek Los Galacticos jilid II. Hal tersebut membuatnya terpaksa hengkang ke Bayern Munich.

Robben memutuskan mengakhiri kebersamaan dengan Bayern selama 10 tahun. Itu terjadi usai ia tak memperpanjang kontraknya di Stadion Allianz yang habis akhir musim ini.

Selama memperkuat Die Roten, pemain asal berhasil meraih delapan gelar Bundesliga serta satu gelar Liga Champions. Ia bisa dibilang mencapai puncak kariernya bersama Bayern. Ibcbet Livescore.

Namun Robben bisa saja tak akan bergabung dengan Bayern jika Real Madrid tak membangun proyek Los Galacticos jilid 2. Pada musim panas 2009, Florentino Perez yang terpilih sebagai Presiden baru Los Blancos menjalankan proyek ini.

Dia mendatangkan para pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo, Kaka serta Karim Benzema. Hal inilah yang membuat Robben harus terusir dari Santiago Bernabeu.

“Itu menjadi sulit bagi saya karena pergantian presiden di Real,” kata Robben dilansir dari SPOX.

“Saya sebenarnya merasa sangat nyaman di sana dan bermain dengan sangat baik, tetapi ketika politik ikut bermain dan Anda tidak bisa tampil, Anda harus membuat keputusan apakah Anda ingin terus berjuang atau pergi dan melanjutkan karir Anda di tempat lain.

“Bukan hanya Ronaldo. Perez kembali sebagai presiden klub. Dia kemudian membeli Ronaldo, juga Kaka, (Karim) Benzema dan Xabi Alonso. Real menghabiskan begitu banyak uang dan kami diberitahu bahwa mereka perlu mendapatkan sedikit uang lagi dari penjualan pemain.”

“Bagi saya itu memalukan, karena saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan mantan pelatih Manuel Pellegrini. Selain itu, saya mungkin memiliki pra-musim terbaik dalam karier saya,” tegasnya.

Namun Robben kemudian merasa bersyukur dengan keputusannya tersebut. Ia mengatakan bahwa bergabung dengan Bayern adalah keputusan terbaik dalam kariernya.

“Ini adalah soal meninggalkan klub besar seperti Real Madrid. Tidak ada jalan untuk kembali. Sebagai perbandingan, Bayern tidak begitu sukses di Eropa saat itu.”

“Tujuan saya selalu memenangkan Liga Champions. Saya ingin menunjukkan bahwa saya cukup baik. Kepindahan ke Bayern adalah keputusan terbaik dalam karier saya,” demikian dia.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*